Langsung ke konten

Susunan acara pernikahan: dari lamaran sampai resepsi

Redaksi MerakiDiperbarui 2 Okt 202610 menit baca

Jawaban singkat

Susunan acara pernikahan biasanya mengalir dari lamaran, persiapan keluarga (misalnya seserahan atau pengajian), akad atau pemberkatan, lalu resepsi dan acara keluarga setelahnya. Tidak semua pasangan memakai semua tahap; agama, kebiasaan keluarga, dan anggaran menentukan. Putuskan dulu acara mana yang benar-benar kalian butuhkan, lalu susun jam dan pembagian tugasnya.

Urutan umum
Lamaran, persiapan keluarga, akad atau pemberkatan, resepsi
Yang wajib secara hukum (Muslim)
Akad nikah yang dicatat KUA
Yang wajib secara hukum (non-Muslim)
Perkawinan menurut agama, lalu dicatat Disdukcapil
Acara lain
Pilihan keluarga dan anggaran, bukan syarat sah

Susunan acara pernikahan tidak punya satu bentuk baku. Setiap keluarga memilih tahap yang dianggap penting, dan agama serta anggaran ikut menentukan. Panduan ini memetakan urutan umum yang bisa kalian pilih dan sesuaikan, sebagai bagian dari checklist persiapan pernikahan. Adat tertentu tidak dibahas di sini; urutan di bawah adalah pola yang dikenal umum, dan keluarga kalian berhak mengubahnya.

Acara apa saja yang umum ada dalam pernikahan?

Ada enam acara yang paling umum: lamaran, seserahan, pengajian atau doa bersama, akad atau pemberkatan, resepsi, dan acara keluarga setelahnya. Hanya satu yang wajib secara hukum: akad atau pemberkatan beserta pencatatannya. Sisanya adalah tradisi keluarga yang bisa kalian pertahankan, ubah, atau lewatkan sesuai kebutuhan.

Acara yang umum dan fungsinya
  • Lamaran

    Keluarga calon mempelai bertemu untuk menyampaikan niat dan menyepakati rencana. Boleh sederhana.

  • Seserahan

    Penyerahan hantaran dari satu pihak ke pihak lain sebelum akad, berisi barang yang disepakati.

  • Pengajian atau doa bersama

    Pertemuan keluarga untuk mendoakan calon pengantin, biasanya beberapa hari sebelum akad.

  • Akad nikah atau pemberkatan

    Inti pernikahan menurut agama; dicatat negara setelahnya.

  • Resepsi

    Perayaan bersama tamu dan keluarga besar. Bentuknya sangat bebas.

  • Acara keluarga

    Pertemuan setelah acara utama, misalnya ramah tamah atau kunjungan balik.

Kalian bisa menggabungkan beberapa tahap, misalnya lamaran dan seserahan di hari yang sama, atau akad dan resepsi di satu lokasi. Pasangan yang ingin ringkas dapat membaca nikah sederhana di KUA dan konsep intimate wedding.

Bagaimana urutan dari lamaran sampai resepsi?

Urutan umumnya begini: lamaran, kesepakatan tanggal, pendaftaran, seserahan, pengajian, akad, resepsi, lalu acara keluarga. Berikut peta waktunya sebagai contoh, bukan aturan.

Contoh urutan dari lamaran sampai resepsi
  1. Beberapa bulan sebelum akadLamaran dan kesepakatan tanggal oleh dua keluarga
  2. 1 sampai 3 bulan sebelum akadDaftar nikah, urus dokumen, dan ikuti bimbingan
  3. 1 sampai 2 minggu sebelum akadSeserahan dan persiapan keluarga
  4. Beberapa hari sebelum akadPengajian atau doa bersama
  5. Hari akadAkad nikah atau pemberkatan
  6. Hari yang sama atau hari lainResepsi
  7. SesudahnyaAcara keluarga, kunjungan balik, dan pembaruan data

Bagi pasangan Muslim, pendaftaran ke KUA paling lambat 10 hari kerja sebelum akad; detailnya di syarat nikah di KUA. Bagi pasangan non-Muslim, pencatatan perkawinan dilakukan ke Disdukcapil setelah pemberkatan. Bila kalian mencari susunan acara lamaran secara rinci, lihat contoh susunan acara lamaran.

Seserahan dan mahar

Seserahan adalah hantaran barang yang diserahkan pada waktu yang disepakati, sedangkan mahar adalah pemberian calon suami kepada calon istri saat akad. Dua hal ini sering tertukar. Daftar barang seserahan ada di checklist seserahan lengkap, pilihan kemasannya di jenis dan ukuran kotak seserahan, dan isinya di contoh isi hantaran. Untuk bentuk mahar, baca bentuk dan contoh mahar.

Mana yang wajib menurut agama dan mana yang pilihan adat atau keluarga?

Yang wajib adalah akad atau pemberkatan beserta pencatatannya. Hampir semua lainnya merupakan pilihan keluarga, bukan syarat sah.

AcaraStatusCatatan
Akad nikah (Muslim)WajibDicatat KUA; lihat panduan syarat nikah
Pemberkatan (Kristen, Katolik, dan lainnya)Wajib menurut agama masing-masingDicatat Disdukcapil setelahnya
Pencatatan negaraWajib agar tercatatKUA atau Disdukcapil
LamaranPilihanBanyak keluarga menganggapnya penting
SeserahanPilihanBentuk dan nilainya disepakati
Pengajian atau doa bersamaPilihanTidak menjadi syarat sah
ResepsiPilihanBesar kecilnya sesuai anggaran

Pernikahan Muslim sah menurut agama bila memenuhi rukun dan syaratnya; lihat rukun dan syarat sah nikah. Pemeluk agama lain mengikuti ketentuan lembaga agamanya, misalnya pernikahan Kristen dan pemberkatan atau pernikahan Katolik dan kursus persiapan. Sebelum menambahkan acara, tanyakan pada diri sendiri: apakah acara ini bermakna bagi kita atau keluarga, atau hanya ikut-ikutan?

Bagaimana menyusun acara untuk pasangan beda adat atau agama?

Mulailah dari kesepakatan inti, lalu bagi acara agar masing-masing keluarga merasa dihargai. Tidak perlu semua tradisi dua sisi dipakai; pilih yang paling berarti.

Langkah yang membantu:

  1. Daftar semua acara yang diinginkan tiap keluarga, tanpa menilai dulu.
  2. Tandai mana yang wajib menurut agama, mana yang paling bermakna, dan mana yang boleh dilewatkan.
  3. Sepakati urutan dan tanggal bersama orang tua, lalu tulis ringkasannya agar tidak berubah-ubah.
  4. Bagi tugas panitia tiap keluarga dengan jelas.

Pasangan yang berbeda agama perlu membaca ketentuan hukum yang berlaku sebelum menentukan susunan acara; konsekuensinya dibahas netral di pernikahan beda agama dan SEMA 2/2023. Dalam banyak keluarga, kompromi yang berhasil adalah mengadakan acara terpisah untuk tiap sisi, dengan resepsi bersama sebagai penyatu. Lihat resepsi kedua di kota asal pasangan.

Dua keluarga berbincang di meja yang sama sementara Andy dan Sara memegang rencana acara

Apa yang terjadi pada acara lamaran, dan siapa yang hadir?

Lamaran adalah pertemuan dua keluarga untuk menyampaikan niat menikah dan menyepakati rencana berikutnya. Bentuknya bisa sangat sederhana, cukup makan bersama di rumah, atau lebih formal dengan perwakilan keluarga dan sambutan.

Biasanya yang dibicarakan:

  • Niat kedua calon dan restu orang tua.
  • Tanggal akad dan resepsi yang direncanakan.
  • Pembagian peran dan tanggung jawab dua keluarga.
  • Rencana seserahan, mahar, dan hal praktis lain.
  • Siapa yang menjadi penghubung antar keluarga untuk persiapan berikutnya.

Catat hasil pertemuan secara singkat dan kirimkan ke kedua keluarga sesudahnya, supaya tidak ada yang mengingat kesepakatan dengan cara berbeda. Karena lamaran sering terjadi sebelum hal lain dipastikan, jangan menjadikannya ajang menentukan semua detail sekaligus. Cukup sepakati kerangka besar, lalu bicarakan rinciannya bertahap. Beberapa pasangan memilih lamaran bersamaan dengan momen tertentu, misalnya Lebaran; panduan khususnya ada di lamaran saat Lebaran dan seserahan hampers Lebaran. Panduan susunan acara lamaran yang lebih terperinci ada di contoh susunan acara lamaran.

Apa yang terjadi pada hari akad?

Hari akad memiliki inti yang pendek tetapi penuh perhatian: pemeriksaan akhir, ijab kabul, pembacaan doa, dan penandatanganan dokumen. Karena inti acaranya hanya sekitar satu jam, sisa waktunya biasanya dipakai untuk persiapan dan foto.

Urutan inti akad bagi pasangan Muslim biasanya:

  1. Pembukaan oleh pembawa acara atau penghulu, termasuk pembacaan ayat suci.
  2. Pemeriksaan ulang identitas dan kesiapan oleh penghulu bersama wali dan saksi.
  3. Khutbah nikah atau nasihat singkat.
  4. Ijab dan kabul antara wali dan calon suami.
  5. Penyerahan mahar dan penandatanganan dokumen pencatatan.
  6. Doa bersama dan penyerahan buku nikah.

Bagi pasangan non-Muslim, pemberkatan dipimpin pemuka agama sesuai tata cara masing-masing, dan jadwalnya biasanya diatur bersama pihak gereja, pura, vihara, atau lembaga agama terkait jauh sebelum hari H; kalian akan menerima surat keterangan perkawinan untuk dicatatkan di Disdukcapil. Rincian prosesi akad ada di urutan prosesi akad nikah, dan dokumen yang dibawa di hari akad di yang dibawa saat akad di KUA. Untuk seragam kerabat di hari itu, baca mengatur kain seragam keluarga dan seragam bridesmaid dan groomsmen.

Andy dan Sara duduk berdampingan pada meja akad bersama penghulu, wali, dan saksi

Bagaimana bentuk resepsi yang bisa kalian pilih?

Resepsi tidak punya aturan bentuk. Kalian bisa memilih jamuan duduk, prasmanan, teh sore, atau makan bersama keluarga, selama sesuai dengan jumlah tamu dan anggaran.

Beberapa bentuk resepsi
Jamuan dudukPrasmananAcara kecil di rumah
Jumlah tamuTerkendali dan tercatatFleksibelTerbatas ruang
BiayaCenderung lebih tinggi per tamuMenengahHemat tempat
SuasanaFormalSantaiAkrab
PersiapanBanyakSedangRingan

Setiap bentuk memengaruhi jumlah tamu dan anggaran, dan tidak ada bentuk yang lebih benar daripada yang lain. Resepsi kecil sering terasa lebih akrab, sementara resepsi besar memberi ruang untuk mengundang lebih banyak kerabat dan kolega. Bila kalian masih menimbang, mulailah dari daftar tamu dan anggaran, bukan dari konsep dekorasi. Biaya per komponen dibahas di rincian biaya pernikahan.

Bagaimana membagi tugas dalam susunan acara?

Susunan acara tanpa penanggung jawab mudah berantakan. Tunjuk satu koordinator per acara, dan pastikan setiap tugas punya satu nama, bukan "keluarga".

AcaraPenanggung jawabTugas utama
LamaranPerwakilan dua keluargaJadwal, tempat, jamuan
SeserahanPihak penyerah dan penerimaDaftar barang, kemasan, penyerahan
AkadKoordinator akadPenghulu, wali, saksi, tempat
ResepsiKoordinator resepsiVendor, tamu, rundown
Acara keluargaPerwakilan keluargaJamuan dan jadwal kunjungan

Beri satu orang kepercayaan tugas menjadi pusat informasi pada hari H, sehingga kalian berdua tidak menjawab pertanyaan sepanjang acara. Catat juga siapa yang membawa dokumen penting, seperti buku nikah dan berkas pencatatan.

Apa yang membedakan akad dan resepsi di hari yang sama atau dipisah?

Akad dan resepsi di hari yang sama lebih hemat dan sederhana, sedangkan dipisah memberi ruang lebih nyaman tetapi menambah biaya dan koordinasi. Pilih sesuai kemampuan dan kebutuhan keluarga.

Akad dan resepsi, satu hari atau dipisah
Satu hariDipisah
Biaya sewa dan persiapanSatu kali persiapanBisa dua kali biaya
KenyamananPadat dan lelahLebih longgar
Tamu dari luar kotaDatang sekaliMungkin harus memilih salah satu
Cocok untukAcara sederhana atau waktu terbatasResepsi besar atau jarak waktu yang dibutuhkan

Pertimbangan lengkap ada di akad dan resepsi dipisah atau di hari yang sama. Bila akad terpisah diadakan di KUA pada jam kerja, tidak ada biaya; di luar kantor berlaku tarif seperti dijelaskan di biaya nikah di KUA. Urutan acara saat akad sendiri dibahas di urutan prosesi akad nikah.

Bagaimana menyederhanakan susunan acara?

Kurangi acara yang tidak bermakna dan gabungkan yang bisa digabung. Susunan sederhana tetap sah dan sering lebih menyenangkan karena kalian punya tenaga untuk menikmatinya.

  • Gabungkan lamaran dan seserahan bila kedua keluarga sepakat.
  • Ganti pengajian besar dengan doa bersama di rumah.
  • Adakan akad di KUA pada jam kerja, lalu makan bersama keluarga inti. Lihat nikah sederhana di KUA.
  • Pilih satu resepsi, bukan dua. Bila keluarga dari dua kota ingin merayakan, resepsi kecil di kota kedua bisa menyusul belakangan tanpa menekan anggaran awal.
  • Pakai seserahan sederhana; lihat seserahan sederhana dengan anggaran terbatas.
  • Pertimbangkan pernikahan di rumah; lihat pernikahan di rumah.

Bila kalian menghadapi musim ramai, seperti setelah Lebaran atau akhir tahun, baca lamaran akhir tahun dan susunan acaranya dan menikah Desember bagi pasangan Kristiani. Waktu persiapan 6 bulan dibahas di timeline persiapan 6 bulan.

Bagaimana memperkirakan waktu dan biaya tiap acara?

Setiap acara menambah biaya, waktu persiapan, dan energi keluarga. Hitung tiap tahap secara terpisah sebelum memutuskan mana yang dipertahankan.

Pertanyaan yang membantu untuk setiap acara:

  • Siapa yang diundang, dan berapa orang?
  • Di mana lokasinya, dan apakah tempat itu harus disewa?
  • Apakah ada jamuan, dan berapa porsi?
  • Apakah ada vendor, misalnya dokumentasi, dekorasi, atau rias?
  • Siapa yang menanggung biayanya, kalian, orang tua, atau dibagi?
  • Berapa lama persiapan yang realistis?

Acara yang tidak menjawab pertanyaan ini dengan jelas biasanya berarti belum matang direncanakan. Untuk akad di KUA, ingat bahwa biayanya bergantung pada lokasi dan jam; lihat biaya nikah di KUA. Untuk hitungan seluruh komponen, gunakan rincian biaya pernikahan, dan bila anggaran terbatas, baca seserahan sederhana dengan anggaran terbatas.

Satu cara yang sering berhasil adalah membuat tiga versi susunan: ideal, realistis, dan minimal. Versi minimal hanya berisi hal yang wajib, yaitu akad atau pemberkatan beserta pencatatan. Versi realistis menambahkan acara yang bermakna bagi kedua keluarga. Versi ideal adalah yang kalian impikan bila anggaran dan waktu longgar. Dengan tiga versi, kalian dan keluarga punya pegangan bila rencana harus berubah, dan keputusan sulit terasa lebih ringan karena sudah dipikirkan sebelumnya. Bahas ketiganya bersama orang tua sejak awal agar tidak ada yang kaget ketika kalian memilih versi yang lebih sederhana.

Kesalahan umum dalam menyusun acara

Kesalahan yang sering terjadi bukan soal tradisi, tetapi soal koordinasi: jadwal bertabrakan, tanggung jawab tidak jelas, dan keputusan berubah di menit terakhir.

KesalahanAkibatCara mencegah
Menetapkan tanggal sebelum cek ketersediaan KUA atau tempatTanggal harus diubahKonfirmasi dulu, baru sebar kabar
Terlalu banyak acara dalam satu pekanKeluarga dan kalian kelelahanBeri jeda antaracara
Tidak ada koordinator hari HKalian sibuk menjawab pertanyaanTunjuk satu orang kepercayaan
Susunan hanya di kepala satu orangInformasi tidak sampaiTulis rundown dan bagikan
Tidak memperhitungkan perjalanan tamuTamu terlambat atau absenBeri jarak waktu antara akad dan resepsi
Mengabaikan kebutuhan orang tua dan sepuhMereka kelelahanSediakan tempat duduk dan jadwal istirahat

Kebanyakan masalah ini hilang dengan satu kebiasaan: menuliskan susunan acara secara jelas, membagikannya ke semua yang terlibat, dan memperbaruinya setiap ada perubahan.

Bagaimana bila waktu persiapan sangat pendek?

Bila waktu kalian hanya beberapa pekan, prioritaskan yang wajib: dokumen, akad atau pemberkatan, dan pencatatan. Acara lain bisa menyusul atau dilewatkan.

Urutan prioritas yang masuk akal:

  1. Kesepakatan dua keluarga tentang tanggal.
  2. Dokumen dan pendaftaran. Bagi pasangan Muslim, batas daftar adalah 10 hari kerja sebelum akad.
  3. Lokasi akad dan penghulu.
  4. Daftar tamu inti dan undangan sederhana; lihat undangan digital.
  5. Jamuan dan dokumentasi seperlunya.
  6. Acara tambahan, bila tenaga dan anggaran masih ada.

Pasangan yang menikah mendekati Lebaran dapat memakai timeline khusus di timeline 8 minggu menjelang Lebaran. Panduan lebih umum untuk berbagai kondisi waktu ada di checklist persiapan pernikahan.

Bagaimana mendokumentasikan susunan acara agar tidak lupa?

Tulis susunan acara dalam satu tempat yang bisa dibuka semua panitia. Dokumen yang jelas mencegah informasi tercecer di banyak grup percakapan.

Isi dokumen minimal:

  • Nama acara, tanggal, jam, dan lokasi.
  • Daftar tamu atau jumlah tamu perkiraan.
  • Penanggung jawab dan nomor kontaknya.
  • Daftar vendor dan jadwal kedatangan.
  • Rundown per jam.
  • Dokumen yang harus dibawa, seperti berkas pencatatan dan mahar.

Perbarui dokumen setiap ada perubahan dan beri tanggal pembaruan, supaya semua orang tahu versi mana yang terbaru. Setelah rundown final, kirim ringkasan ke keluarga inti, penghulu atau pemuka agama, dan koordinator vendor.

Contoh rundown sehari penuh

Rundown adalah jadwal per jam pada hari acara. Contoh berikut hanya ilustrasi untuk akad pagi dan resepsi siang di satu hari; jam sebenarnya bergantung pada KUA, tempat, dan jumlah tamu.

Contoh rundown akad pagi dan resepsi siang
  1. 07.00 – 08.00Rias dan persiapanMUA dan keluarga
  2. 08.00 – 08.30Keluarga berkumpul dan gladi singkatKoordinator keluarga
  3. 08.30 – 09.30Akad nikahPenghulu
  4. 09.30 – 10.30Foto keluarga dan istirahat
  5. 11.00 – 11.30Tamu mulai datang
  6. 11.30 – 14.00ResepsiMC dan panitia
  7. 14.00Penutupan dan bersih-bersihPanitia

Template yang bisa kalian salin dan sesuaikan ada di template rundown pernikahan.

Apa yang dilakukan setelah resepsi?

Setelah resepsi, ada serangkaian urusan yang sering terlupa karena fokus kalian tertuju pada acara. Daftarnya pendek tetapi penting.

  • Balasan seserahan dan ucapan terima kasih. Beberapa keluarga memberi balasan seserahan; lihat balasan seserahan.
  • Pembaruan dokumen. Perbarui KK, KTP, dan data lain; lihat dokumen yang diurus setelah menikah.
  • Pencatatan non-Muslim. Bagi pasangan non-Muslim, catatkan perkawinan ke Disdukcapil dalam batas waktu yang berlaku; lihat mencatatkan perkawinan di Disdukcapil.
  • Pengembalian barang sewa. Pastikan perlengkapan sewaan kembali sesuai jadwal.
  • Istirahat. Beri waktu beberapa hari tanpa agenda sebelum kembali bekerja.

Susun daftar ini sebelum hari H, lalu minta satu anggota keluarga yang kalian percaya menandai tiap butir yang selesai. Pembagian seperti ini mengurangi beban kalian sendiri pada hari-hari setelah acara, ketika tenaga sudah menipis dan banyak hal kecil menunggu. Bagikan daftar ini kepada keluarga yang membantu, agar kalian tidak perlu memikirkannya pada hari yang melelahkan. Pasangan yang ingin menjadwalkan cuti perlu memeriksa aturan tempat bekerja; panduannya di cuti menikah karyawan dan ASN.

Bagaimana menyusunnya di Acara Meraki?

Di Meraki, setiap acara punya tanggal, lokasi, dan daftar tamunya sendiri, jadi kalian bisa membuat lamaran, akad, dan resepsi sebagai acara terpisah dalam satu pernikahan. Fitur ini tersedia gratis.

Cara memakainya:

  1. Buat acara untuk tiap tahap yang kalian pilih.
  2. Isi tanggal, jam, dan lokasi masing-masing.
  3. Tentukan tamu yang diundang ke tiap acara.
  4. Gunakan susunan itu sebagai dasar undangan dan rundown.

Bila kalian ingin menggabungkan dengan undangan, lanjutkan ke undangan digital.

Semua panduan di topik ini

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah semua acara harus diadakan?

Tidak. Yang wajib hanya akad atau pemberkatan beserta pencatatannya. Lamaran, seserahan, pengajian, dan resepsi adalah pilihan keluarga dan anggaran.

Mana yang lebih dulu, lamaran atau daftar nikah?

Umumnya lamaran lebih dulu sebagai kesepakatan dua keluarga, lalu pendaftaran ke KUA atau Disdukcapil setelah tanggal ditetapkan.

Berapa lama acara akad dan resepsi sebaiknya?

Tidak ada patokan baku. Akad sering sekitar satu jam, resepsi dua sampai empat jam, tetapi sesuaikan dengan jumlah tamu dan kenyamanan keluarga.

Sumber

  1. Syarat Administrasi Daftar Nikah Berdasarkan PMA Nomor 30 Tahun 2024 · Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah
  2. Mau Menikah? Ini Syarat dan Tahapan Pendaftaran Nikah di KUA Sesuai PMA 30 Tahun 2024 · Kantor Kemenag Kebumen
  3. Pencatatan Perkawinan Non Muslim · Disdukcapil Kabupaten Banjar
  4. Kemenag: Tidak Ada Larangan Menikah di Hari Libur · Hukumonline

Riwayat perubahan

  • 2 Okt 2026 · Terbit.

Menemukan informasi yang sudah berubah? Kabari kami lewat halaman kontak

Baca juga