Langsung ke konten

Contoh kata-kata undangan pernikahan: formal, santai, islami, nasional

Redaksi MerakiDiperbarui 2 Okt 20263 menit baca

Jawaban singkat

Kata-kata undangan yang baik singkat dan jelas: siapa yang menikah, kapan, di mana, dan permohonan kehadiran. Pilih nada sesuai tamu: formal untuk keluarga besar, santai untuk teman, islami atau nasional sesuai keyakinan kalian. Sesuaikan nama dan urutan orang tua dengan kebiasaan keluarga, lalu baca ulang bersama.

Teks undangan adalah hal pertama yang dibaca tamu, tetapi jarang jadi bagian yang kalian nikmati menulisnya. Di bawah ini ada contoh dalam empat nada yang bisa langsung disalin dan diubah. Kalau kalian mau melihat gambaran besar undangan digital, baca panduan lengkap undangan digital.

Apa unsur wajib dalam teks undangan?

Teks undangan yang lengkap menjawab empat pertanyaan tamu tanpa perlu bertanya balik: siapa, kapan, di mana, dan apa yang diharapkan.

  1. Siapa: nama lengkap kalian berdua, dan nama orang tua bila ingin dicantumkan.
  2. Kapan: hari, tanggal, dan jam. Tulis dalam format Sabtu, 15 Mei 2027, pukul 11.00 WIB.
  3. Di mana: nama tempat dan kota, dengan alamat lengkap atau tautan peta di bagian terpisah.
  4. Permohonan: ajakan hadir, dan bila perlu permintaan konfirmasi (RSVP).

Tambahan seperti doa pembuka, dress code, atau catatan anak-anak sebaiknya singkat. Pakai kamus ejaan resmi, termasuk EYD V, bila ragu dengan penulisan huruf kapital dan singkatan.

Contoh kata-kata undangan formal

Nada formal cocok untuk keluarga besar, atasan, dan tamu yang lebih tua. Gunakan kalimat lengkap dan sapaan hormat.

Kata-kata undangan formal
  • Formal, dengan orang tua

    Dengan memohon rahmat dan ridho Tuhan Yang Maha Esa, kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i pada acara pernikahan putra-putri kami: {nama pengantin 1} & {nama pengantin 2} yang akan dilaksanakan pada: {hari, tanggal} pukul {jam} di {tempat}. Merupakan kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu.

  • Formal, singkat

    Kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir pada pernikahan kami, {nama} & {nama}, pada {hari, tanggal} pukul {jam} di {tempat}. Kehadiran dan doa restu Anda sangat berarti bagi kami.

  • Formal, mengundang bersama keluarga

    Bersama keluarga besar, kami {nama} & {nama} mengundang Anda untuk menyaksikan dan mendoakan pernikahan kami pada {hari, tanggal}, pukul {jam}, di {tempat}.

Contoh undangan santai

Nada santai cocok untuk teman dan rekan sebaya. Tetap sebut tanggal, jam, dan tempat dengan jelas; gaya bicara yang akrab tidak mengurangi informasi.

Kata-kata undangan santai
  • Hangat dan ringan

    Halo, {nama tamu}! Kami {nama} & {nama} akan menikah dan ingin kamu ada di sana. Sabtu, {tanggal}, pukul {jam} di {tempat}. Datang ya, dan bawa senyum terbaikmu.

  • Singkat dan jenaka

    Setelah banyak diskusi soal daftar tamu, akhirnya kami tahu satu hal: pernikahan kami belum lengkap tanpa kamu. {hari, tanggal} pukul {jam} di {tempat}. Sampai jumpa!

  • Personal untuk sahabat

    {nama tamu}, kamu yang pertama tahu cerita kami. Sekarang kami ingin kamu menyaksikan hari bahagianya: {hari, tanggal}, pukul {jam}, {tempat}.

Contoh undangan islami

Undangan islami lazim dibuka dengan salam dan doa. Pakai nada hormat, dan sebut waktu akad serta resepsi bila dipisah.

Kata-kata undangan islami
  • Salam pembuka

    Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Dengan memohon rahmat dan ridho Allah SWT, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri akad nikah dan resepsi pernikahan kami, {nama} & {nama}. Akad: {hari, tanggal}, pukul {jam}, {tempat}. Resepsi: pukul {jam}, {tempat}. Merupakan kebahagiaan bagi kami bila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan mendoakan kami. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  • Dengan kutipan Ar-Rum ayat 21

    "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang." (QS. Ar-Rum: 21) Dengan mengharap ridho Allah, kami mengundang Anda pada pernikahan {nama} & {nama}, {hari, tanggal} pukul {jam} di {tempat}.

Untuk doa lain beserta artinya, baca doa dan ucapan pernikahan Islami.

Contoh undangan nasional atau umum

Nada ini netral, cocok untuk tamu dari beragam latar atau bila kalian memilih tidak memakai salam keagamaan.

Kata-kata undangan netral
  • Netral dan hangat

    Dengan penuh syukur, kami mengundang Anda untuk berbagi kebahagiaan di hari pernikahan kami, {nama} & {nama}, pada {hari, tanggal} pukul {jam} di {tempat}. Kehadiran dan doa Anda adalah hadiah terbaik bagi kami.

  • Dua acara

    Kami {nama} & {nama} mengundang Anda pada dua acara kami: pemberkatan atau akad pada {tanggal, jam, tempat} dan resepsi pada {tanggal, jam, tempat}. Silakan hadir pada salah satunya sesuai undangan.

  • Dengan permintaan RSVP

    Kami menantikan kehadiran Anda pada pernikahan kami, {nama} & {nama}. Mohon konfirmasi kehadiran sebelum {tanggal} melalui tautan di bawah ini.

Bagaimana memilih nada yang cocok?

Pilih nada berdasarkan siapa yang paling banyak membaca undangan kalian, bukan selera pribadi saja. Satu undangan bisa memakai satu nada, atau dua versi untuk kelompok tamu yang berbeda.

Memilih nada undangan
FormalSantaiIslamiNetral
Cocok untukKeluarga besar dan atasanTeman dan rekan sebayaTamu Muslim dan keluarga religiusTamu beragam latar
PembukaMemohon rahmat Tuhan Yang Maha EsaSapaan nama tamuSalam dan doaUngkapan syukur
PanjangSedang sampai panjangPendekSedangPendek sampai sedang
RisikoTerasa kakuKurang hormat bagi tamu sepuhTidak cocok bila tamu beragamTerasa kurang personal

Apa kesalahan yang sering muncul di teks undangan?

Sebagian besar kesalahan bukan soal gaya, melainkan informasi yang hilang atau tidak konsisten. Periksa daftar ini sebelum menyebarkan undangan:

  • Tanggal tidak menyebut hari, sehingga tamu salah menafsirkan.
  • Jam tidak mencantumkan zona waktu untuk tamu di luar kota.
  • Dua acara disatukan dalam satu kalimat panjang tanpa pemisah jelas.
  • Nama orang tua atau gelar berbeda antara kartu dan tautan digital.
  • Permintaan RSVP tidak mencantumkan batas waktu.

Baca ulang teks kalian dengan keras berdua, lalu minta satu orang yang belum tahu detailnya membacanya. Bila dia bisa menjawab siapa, kapan, dan di mana tanpa bertanya, teksnya sudah cukup.

Bagaimana menyesuaikan teks untuk undangan digital?

Di undangan digital, teks dibagi ke beberapa bagian layar, jadi tiap bagian perlu berdiri sendiri. Bagian pembuka cukup memuat sapaan dan satu kalimat ajakan. Tanggal, jam, dan lokasi masuk ke bagian acara; peta, parkir, dan dress code masuk ke bagian informasi.

Dengan pembagian ini, tamu tidak perlu membaca satu paragraf panjang di layar ponsel. Tulis kalimat yang bisa dipahami tanpa harus menggulir, dan hindari pembukaan yang terlalu panjang sebelum tanggal muncul.

Bila kalian memakai dua acara, beri judul jelas pada masing-masing, misalnya "Akad" dan "Resepsi", lengkap dengan jam. Tamu yang hanya diundang ke salah satunya akan langsung menemukan bagiannya.

Bagaimana menulis nama orang tua dan gelar?

Tulis nama dengan urutan yang disepakati kedua keluarga, dan konsisten di semua media. Gelar akademik ditulis sesuai ejaan baku, misalnya Dr. Ir. Budi Santoso, M.T.; gelar agama dan pekerjaan mengikuti kebiasaan keluarga.

Panduan nama dan gelar di undangan pernikahan membahas urutan dan kasus khusus, misalnya orang tua tunggal atau yang telah berpulang. Bila kalian mengundang tamu secara pribadi, gunakan turut mengundang untuk menyebut keluarga yang ikut mengundang, dan contoh pesan undangan WhatsApp saat mengirim tautan.

Untuk tamu asing atau keluarga yang lebih nyaman berbahasa Inggris, lihat undangan pernikahan dalam bahasa Inggris.

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa panjang kata-kata undangan yang ideal?

Tiga sampai enam baris untuk kartu atau halaman pembuka. Detail panjang seperti rute dan dress code lebih baik di bagian terpisah supaya teks utama tetap mudah dibaca.

Apakah orang tua harus disebut di undangan?

Tidak wajib, tetapi umum. Banyak keluarga ingin namanya tercantum, terutama untuk undangan formal. Tanyakan kebiasaan keluarga masing-masing sebelum menetapkan urutan.

Bolehkah mencampur bahasa Indonesia dan Inggris?

Boleh bila cocok dengan gaya kalian dan tamu memahaminya. Untuk tamu dari keluarga sepuh, tetap pakai bahasa Indonesia yang jelas pada informasi inti.

Perlukah mencantumkan kutipan ayat atau puisi?

Tidak wajib. Kutipan membuat undangan terasa personal, tetapi pastikan sumbernya benar dan sesuai keyakinan keluarga.

Sumber

  1. Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Edisi Kelima · Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen
  2. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring · Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen

Riwayat perubahan

  • 2 Okt 2026 · Terbit.

Menemukan informasi yang sudah berubah? Kabari kami lewat halaman kontak

Baca juga