Langsung ke konten

Tabungan nikah: menghitung target per bulan dari tanggal dan anggaran

Redaksi MerakiDiperbarui 2 Okt 20263 menit baca

Jawaban singkat

Target tabungan nikah per bulan adalah kebutuhan dana dikurangi tabungan yang sudah ada, dibagi jumlah bulan sampai tanggal pembayaran terbesar, bukan sampai hari H. Tentukan dulu anggaran kasar dan tanggal, sisihkan cadangan, lalu hitung. Karena DP vendor jatuh lebih awal dari hari H, tanggal hitung yang aman adalah saat DP terbesar harus dibayar. Hitung ulang setiap kali tanggal atau anggaran berubah.

Rumus dasar
(Anggaran + cadangan - tabungan sekarang) / jumlah bulan
Tanggal hitung
Pembayaran terbesar pertama (biasanya DP venue atau katering), bukan hari H
Cadangan yang disarankan
Sisihkan bagian tersendiri di luar anggaran, misalnya 5 sampai 10 persen
Rekening
Rekening terpisah khusus dana nikah memudahkan pemantauan

Banyak pasangan tahu berapa anggaran nikahnya, tetapi tidak tahu berapa yang harus ditabung tiap bulan. Hitungannya sederhana, dan hasilnya sering mengubah keputusan: tanggal, jumlah tamu, atau konsep. Mulailah dari biaya pernikahan per komponen untuk mendapat angka anggaran kasar, lalu pakai halaman ini untuk menerjemahkannya menjadi setoran bulanan.

Bagaimana rumus target tabungan per bulan?

Target bulanan adalah kebutuhan dana dikurangi tabungan yang sudah ada, dibagi jumlah bulan yang tersisa. Kebutuhan dana adalah anggaran ditambah cadangan.

Isi tiga angka di bawah ini: total yang kalian perlukan, tabungan yang sudah terkumpul, dan jumlah bulan sampai pembayaran terbesar. Semua angka diisi sendiri dan tidak ada angka bawaan.

Hitung target tabungan nikah per bulan

Perlu disisihkan per bulan

Rp4.166.667

Hasil ini perkiraan dari angka yang kalian isi, bukan harga pasar.

Rumusnya dalam satu baris:

  1. Kebutuhan dana = anggaran + cadangan.
  2. Selisih = kebutuhan dana dikurangi tabungan sekarang.
  3. Target bulanan = selisih dibagi jumlah bulan.

Mulai dari mana: anggaran atau tanggal?

Mulai dari yang paling sulit digeser. Bila tanggal sudah terkunci (misalnya karena keluarga atau jadwal KUA), anggaran adalah variabel. Bila anggaran tetap, tanggallah yang digeser.

  • Tanggal terkunci: hitung target bulanan, lalu sesuaikan anggaran sampai setoran masuk akal.
  • Anggaran terkunci: hitung berapa bulan yang dibutuhkan pada setoran yang nyaman, lalu pilih tanggal sesudahnya.
  • Keduanya lentur: mulai dari setoran yang realistis, lalu lihat tanggal dan anggaran yang cocok.

Sebelum menghitung, bicarakan keuangan secara terbuka berdua. OJK lewat SIKAPI uangmu menyarankan pasangan jujur soal penghasilan, pengeluaran, dan utang, menetapkan tujuan bersama, serta membuat rekening khusus untuk dana pernikahan. Topik ini dibahas lebih jauh di rekening bersama atau terpisah.

Bagaimana memperhitungkan DP vendor yang lebih awal?

Hitung mundur dari tanggal pembayaran, bukan dari hari H. DP venue, katering, dan fotografer biasanya jatuh beberapa bulan sebelum acara, sehingga dananya harus sudah ada saat itu.

Contoh jadwal pembayaran (asumsi, bukan aturan vendor)
  1. 12 bulan sebelumDP venue dan katering untuk mengunci tanggal
  2. 8 bulan sebelumDP dokumentasi dan busana
  3. 3 bulan sebelumCicilan kedua vendor besar
  4. 1 minggu sebelumPelunasan, dana cadangan, dan amplop panitia

Karena itu, bulan hitung kalian adalah bulan pembayaran terbesar pertama. Untuk gambaran nominal tiap vendor, lihat harga fotografer dan videografer. Biaya yang baru terasa belakangan dibahas di biaya yang sering terlupa.

Seperti apa contoh hitungannya?

Contoh ini memakai asumsi, bukan harga pasar. Anggap anggaran Rp60.000.000, cadangan Rp6.000.000, tabungan sekarang Rp12.000.000, dan pembayaran besar pertama 14 bulan lagi.

  1. Kebutuhan dana: Rp60.000.000 + Rp6.000.000 = Rp66.000.000.
  2. Selisih: Rp66.000.000 - Rp12.000.000 = Rp54.000.000.
  3. Target bulanan: Rp54.000.000 / 14 = sekitar Rp3.860.000.

Bagaimana bila tanggal bergeser? Tabel berikut memakai angka contoh yang sama.

Bulan sampai pembayaran besarTarget per bulan (contoh)
10 bulanRp5.400.000
14 bulanRp3.860.000
18 bulanRp3.000.000
24 bulanRp2.250.000

Menunda empat bulan menurunkan setoran sekitar Rp860.000 per bulan pada contoh ini. Itu bahan pertimbangan, bukan keharusan: tanggal juga dipengaruhi ketersediaan venue dan keluarga.

Bagaimana pembagian dua orang dan kontribusi keluarga?

Gabungkan semua sumber dana dalam satu angka, lalu bagi sesuai kemampuan masing-masing. Sumber dana bisa berupa setoran kalian berdua, bantuan keluarga, atau dana yang sudah ada.

  • Tulis kontribusi keluarga sebagai angka yang sudah disepakati, bukan perkiraan.
  • Bila bantuan keluarga baru cair mendekati hari H, jangan hitung untuk DP awal.
  • Tentukan siapa yang membayar vendor mana, supaya tidak ada bayaran ganda.

Pembahasan lebih lengkap ada di anggaran bersama dua keluarga.

Bagaimana jika target tidak tercapai?

Ada empat pengungkit, dan sebaiknya dicoba berurutan dari yang paling ringan. Ubah satu variabel, hitung ulang, lalu lihat apakah setorannya sudah masuk akal.

  1. Tambah bulan: geser tanggal beberapa bulan.
  2. Kurangi anggaran: pangkas jumlah tamu atau komponen yang tidak dirasakan banyak orang.
  3. Cari sumber tambahan: THR atau bonus yang memang disisihkan, seperti di dana nikah menjelang Lebaran.
  4. Ubah konsep: akad dan syukuran kecil lebih dulu, resepsi menyusul.

Bagaimana memantau progres?

Catat setoran tiap bulan di satu tempat dan bandingkan dengan target. Cukup tiga baris:

  • Target kumulatif sampai bulan ini.
  • Jumlah yang benar-benar terkumpul.
  • Selisih keduanya.

Bila selisih membesar dua bulan berturut-turut, hitung ulang, bukan menunggu sampai DP jatuh tempo.

Pantauan bulanan juga memberi alasan untuk berhenti sejenak dan menanyakan: apakah anggaran masih sesuai, dan apakah setoran terasa wajar berdua.

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa persen penghasilan yang sebaiknya disisihkan untuk dana nikah?

Tidak ada angka baku. Mulailah dari hasil rumus: bila target bulanan melebihi apa yang nyaman, geser tanggal, kurangi anggaran, atau tambah tabungan dari kontribusi keluarga, jangan memaksa angka yang membuat kebutuhan harian terganggu.

Apakah tabungan nikah perlu diinvestasikan?

Panduan ini tidak memberi saran investasi. Untuk dana yang akan terpakai dalam hitungan bulan, hal terpenting adalah dananya tersedia pada saat DP jatuh tempo; tanyakan kepada penyedia layanan keuangan resmi bila ingin menempatkannya di produk tertentu.

Bagaimana jika salah satu dari kami berpenghasilan lebih kecil?

Bagi berdasarkan kemampuan masing-masing, bukan separuh-separuh. Yang penting total setoran bulanan memenuhi target dan keduanya sepakat sejak awal.

Apakah THR boleh dihitung sebagai tabungan nikah?

Boleh bila kalian memastikannya akan benar-benar disisihkan. Catat sebagai setoran satu kali pada bulan diterima, bukan sebagai pengurang setoran bulanan setiap bulan.

Sumber

  1. Sudah Mulai Merencanakan Pernikahan? Bicarakan Keuangan dengan Pasangan Wajib Hukumnya! · SIKAPI uangmu, Otoritas Jasa Keuangan
  2. 6 Tips Menyiapkan Budget Pernikahan · Media Keuangan, Kementerian Keuangan

Riwayat perubahan

  • 2 Okt 2026 · Terbit.

Menemukan informasi yang sudah berubah? Kabari kami lewat halaman kontak

Baca juga