Langsung ke konten

Ingin nikah sederhana, keluarga ingin besar: cara mencari jalan tengah

Redaksi MerakiDiperbarui 2 Okt 20264 menit baca

Jawaban singkat

Mulai dengan menyamakan tujuan: apa yang paling penting bagi kalian dan apa yang paling penting bagi keluarga. Lalu tawarkan jalan tengah, misalnya akad terbatas dengan syukuran lebih besar, atau daftar tamu bertingkat. Bicarakan anggaran secara terbuka, dan hormati bahwa pesta sering punya arti sosial bagi orang tua. Satu pembicaraan jarang cukup; siapkan beberapa putaran.

Langkah pertama
Tulis tujuan masing-masing pihak sebelum membahas format
Jalan tengah umum
Akad terbatas dan syukuran besar, daftar tamu bertingkat, dua acara, atau acara kecil dengan siaran untuk keluarga jauh
Soal biaya
Sepakati siapa menanggung apa sebelum menentukan jumlah tamu

Pembicaraan ini sering terasa berat karena menyangkut uang, harga diri, dan rasa hormat sekaligus. Banyak pasangan ingin pernikahan kecil dan hangat, sementara orang tua membayangkan pesta yang mengundang seluruh kerabat dan tetangga. Perbedaan ini wajar dan bisa dijembatani, asalkan dibicarakan sebagai tujuan, bukan sebagai pertarungan menang atau kalah. Halaman ini bagian dari membagi tugas, uang, dan keluarga, dan memberi kalimat siap pakai untuk mengawalinya.

Apa yang sebenarnya diinginkan masing-masing pihak?

Di balik "ingin besar" biasanya ada tujuan yang lebih spesifik, dan tujuan itu sering bisa dipenuhi tanpa pesta besar. Tanyakan alasannya, jangan hanya menolak jumlahnya.

Alasan yang umum di pihak keluarga:

  • Ingin berbagi kebahagiaan dengan kerabat dan teman lama.
  • Merasa wajib membalas undangan yang pernah diterima.
  • Menganggap pesta sebagai penanda sosial dan penghormatan kepada tamu.
  • Takut dianggap tidak menghargai keluarga besar bila ada yang tidak diundang.

Alasan yang umum di pihak kalian:

  • Ingin acara terasa akrab dan bisa menikmati hari itu.
  • Ingin menjaga anggaran supaya tidak berutang.
  • Lebih memilih menabung untuk kehidupan setelah menikah.

Sering kali yang diminta keluarga bukan pestanya, melainkan rasa dilibatkan dan dihormati. Bila kalian memahami itu, tawaran seperti peran khusus bagi orang tua atau jamuan untuk sesepuh bisa lebih mengena daripada menambah jumlah tamu. Sebaliknya, keinginan kalian juga perlu didengar sama seriusnya, karena kalianlah yang menjalani hari itu dan hidup sesudahnya.

Tulis kedua daftar itu terpisah, lalu cari tujuan yang bisa dipenuhi dua-duanya, misalnya "semua kerabat dekat hadir dan merasa dihargai".

Bagaimana menyiapkan diri sebelum pembicaraan pertama?

Siapkan tiga hal dulu, berdua: tujuan, batas, dan angka. Datang dengan kertas yang sudah terisi membuat pembicaraan lebih tenang daripada datang dengan perasaan saja.

  • Tujuan: tiga hal yang paling penting bagi kalian, misalnya suasana akrab, tidak berutang, dan semua kerabat dekat hadir.
  • Batas: hal yang tidak bisa ditawar, dan hal yang masih bisa digeser.
  • Angka: dua atau tiga versi anggaran, misalnya untuk 100, 200, dan 300 tamu, supaya pembicaraan tidak berhenti di "besar" atau "kecil". Contoh kerangkanya ada di biaya pernikahan sederhana.

Bayangkan pula pertanyaan balik yang mungkin muncul, seperti "kalau yang kami undang cuma sedikit, bagaimana dengan Om dan Tante?" Jawaban yang sudah dipikirkan, misalnya akan ada syukuran untuk kerabat, membuat kalian tidak terpojok dan tidak terkesan menolak mentah-mentah.

Bagaimana membuka pembicaraan?

Mulai dengan terima kasih dan niat bersama, bukan dengan keputusan. Dengarkan dulu sampai selesai sebelum menanggapi, dan ulangi dengan kata-kata kalian sendiri supaya mereka tahu sudah dipahami. Pilih waktu yang santai, misalnya saat makan bersama, bukan di tengah kesibukan atau saat orang tua sedang lelah.

Contoh kalimat untuk membuka obrolan dengan keluarga
  • Membuka topik

    Ayah, Ibu, kami ingin ngobrol soal acara nikah. Kami ingin mendengar dulu apa yang Ayah dan Ibu harapkan, baru nanti kami sampaikan harapan kami.

  • Menyampaikan keinginan

    Kami ingin acara yang hangat dan tidak membuat kami berutang. Kami paham pesta punya arti bagi keluarga, jadi kami mau cari bentuk yang membuat semua nyaman.

  • Menawarkan jalan tengah

    Bagaimana kalau akad dihadiri keluarga inti saja, lalu syukuran untuk kerabat dan tetangga dibuat lebih sederhana? Dengan begitu semua tetap bisa ikut mendoakan.

  • Saat belum ada titik temu

    Kita belum sepakat, dan tidak apa-apa. Boleh kami hitung dulu beberapa versi biayanya, lalu kita bicara lagi minggu depan?

Apa saja jalan tengahnya?

Ada empat format yang paling sering dipakai. Pilih yang paling dekat dengan tujuan bersama tadi.

Empat bentuk jalan tengah
Akad terbatas dan syukuranDaftar tamu bertingkatDua acara terpisahAcara kecil dan siaran
Cara kerjaAkad dihadiri keluarga inti, lalu syukuran lebih besar dan lebih sederhanaTamu dibagi tingkat, dan tingkat terdekat mendapat tempat lebih duluSatu acara untuk kalian, satu lagi untuk keluarga besar di waktu atau tempat lainAcara inti kecil, kerabat jauh ikut lewat siaran langsung atau video
Cocok bilaKeluarga ingin berbagi dengan banyak orangMasalahnya kapasitas tempat dan biayaKeluarga ingin pesta tetapi kalian ingin acara akrabBanyak kerabat tinggal jauh
PerhatikanTetap hitung biaya dua acaraAturan tingkat harus adil dan terbukaJangan menumpuk biaya menjadi dua kali pestaPastikan kerabat sepuh nyaman dengan format ini

Untuk akad yang dilakukan lebih dulu di kantor lalu dilanjutkan syukuran, lihat akad di KUA lalu syukuran. Konsep acara yang lebih kecil dibahas di konsep intimate wedding.

Bagaimana membagi biaya?

Putuskan siapa menanggung apa sebelum menentukan jumlah tamu. Jumlah tamu adalah pengungkit biaya terbesar, jadi pihak yang membayar wajar punya suara lebih besar di bagian itu.

  • Tanyakan terbuka berapa yang bisa dan ingin disumbangkan tiap pihak.
  • Pisahkan "acara kalian" dan "acara tambahan keluarga" bila keluarga ingin lebih besar daripada yang kalian rencanakan.
  • Tuliskan kesepakatan, bukan hanya diingat.

OJK lewat SIKAPI uangmu menekankan keterbukaan soal keuangan dan tujuan bersama sebelum pernikahan, dan prinsip yang sama berlaku ke keluarga. Penjelasan lebih lengkap ada di siapa menanggung biaya nikah. Bila yang diperdebatkan adalah jumlah undangan, lihat menyepakati jumlah tamu.

Bagaimana menjaga hubungan setelah keputusan?

Setelah ada kesepakatan, jaga agar semua pihak merasa dihargai. Keputusan yang diambil dengan baik bisa rusak oleh cara menyampaikannya.

  1. Ucapkan terima kasih atas masukan, termasuk yang tidak dipakai, dan sebut satu usulan mereka yang akhirnya kalian ambil.
  2. Beri peran nyata kepada orang tua, misalnya mengatur tamu keluarga atau memilih menu syukuran.
  3. Kabarkan perubahan rencana secara langsung, bukan lewat pihak lain.
  4. Jangan membahas ulang keputusan di setiap pertemuan keluarga.

Pertemuan keluarga yang santai, seperti bukber keluarga bahas rencana nikah, bisa jadi tempat yang baik untuk menyelaraskan rencana tanpa suasana formal.

Bagaimana jika keluarga tetap belum setuju?

Jangan memaksa kesepakatan dalam satu malam. Beri jeda, hitung ulang, dan kembali dengan versi yang sedikit berbeda. Banyak keluarga melunak setelah melihat angka konkret dan melihat bahwa kalian serius memikirkan perasaan mereka.

Bila setelah beberapa putaran tetap belum sepakat:

  1. Kembali ke tujuan bersama dan tanyakan apa yang masih kurang.
  2. Tawarkan satu elemen yang penting bagi keluarga, misalnya doa bersama atau jamuan untuk sesepuh.
  3. Pastikan keputusan akhir diambil berdua, lalu disampaikan dengan tenang.

Kapan perlu bantuan pihak ketiga?

Bila pembicaraan berulang menemui jalan buntu atau mulai merusak hubungan, ajak orang yang dihormati kedua belah pihak. Itu bisa pakde atau bude, tokoh agama atau pemuka komunitas, atau konselor keluarga.

Pihak ketiga paling berguna bila perannya jelas:

  • Mendengarkan dua sisi, bukan memutuskan.
  • Tidak punya kepentingan langsung atas keputusan itu.
  • Disetujui lebih dulu oleh kalian dan orang tua.

Sampaikan ke keluarga bahwa kalian meminta bantuan karena ingin menemukan jalan yang baik untuk semua, bukan karena ingin mencari pembela.

Pertanyaan yang sering muncul

Bagaimana jika orang tua yang membiayai dan ingin acara besar?

Hargai bahwa mereka punya suara karena ikut menanggung. Tawarkan format yang menempatkan acara besar sebagai acara keluarga, misalnya syukuran, sementara akad atau resepsi inti tetap sesuai keinginan kalian. Sepakati tertulis siapa membayar apa.

Bagaimana jika kami berdua beda pendapat?

Selesaikan berdua dulu sebelum membawa ke keluarga. Datang ke keluarga dengan dua pendapat berbeda membuat pembicaraan jadi tiga pihak yang saling tarik.

Apakah boleh tetap memutuskan sendiri?

Boleh bila kalian yang menanggung biayanya dan keputusan itu disampaikan dengan hormat. Namun hubungan jangka panjang dengan keluarga biasanya lebih terjaga bila mereka merasa didengar.

Kapan sebaiknya mulai membicarakan ini?

Sebelum mengunci venue atau menyebar kabar ke keluarga besar. Makin awal, makin banyak pilihan jalan tengah yang terbuka.

Sumber

  1. Sudah Mulai Merencanakan Pernikahan? Bicarakan Keuangan dengan Pasangan Wajib Hukumnya! · SIKAPI uangmu, Otoritas Jasa Keuangan

Riwayat perubahan

  • 2 Okt 2026 · Terbit.

Menemukan informasi yang sudah berubah? Kabari kami lewat halaman kontak

Baca juga